私のブログへようこ

Minggu, 24 Oktober 2010

Beberapa salam dari luar

Wai, Salam dari Thailand
Wai adalah sebutan untuk memberi salam dari negeri Gajah Putih, Thailand. Wai dilakukan tak hanya sebagai sapaan (seperti hello) tapi juga sebagai ungkapan rasa terima kasih atau minta maaf. Cara menyampaikannya ialah dengan mengatupkan kedua telapak tangan dengan posisi seperti sedang berdoa dengan kepala menunduk. Ujung ibu jari, ujung telunjuk atau ujung jari tengah harus menyentuh hidung. Untuk yang cewek, lutut mesti ditekuksedikit ke bawah. Setelah itu ucapkanlah "Sawatdee". Tradisi Wai juga diterapkan saat bertemu dengan kepala agama, seperti Pendeta atau Bhikshu, saat bertemu orangtua atau orang yang disegani dan guru. Di Thailand profesi guru sangat dihormati. Untuk menghormati para guru, ada tradisi yang dinamakan Wai Khru yang artinya menghormati guru. Acara Wai Khru dilaksanakaan pada awal tahun akademik, yaitu pada hari Kamis di bulan Juni.

Eskimo Kissing, gaya sapaan dari Alaska
Eskimo Kissing atau dalam bahasa Eskimo (Inuit) dikenal dengan nama Kunik. Eskimo Kissing adalah gaya gaya sapaan khas penduduk Alaska dan Siberia Timur. Sapaan ini adalah bentuk ungkapan rasa sayang yang dilakukan di antara anggota keluarga atau kepada mereka yang dicintai. Caranya ialah dengan menggesekan ujung hidung ke ujung hidung lawan bicara. Konon sih gaya ini terpaksa dilakukan karena bibir mereka yang kedinginan akibat iklim di daerah kutub itu dingin banget. Saat bereskimo kissing, mereka mengucapkan kata "kiana" yang maksudnya mereka saling mengagumi.

Namaste, salam dari India
Namaste adalah salam khas India yang diwarisi dari budaya Hindu. Masyarakat India di luar negeri akan mengucapkannya jika bertemu sesama orang India. Jadi jika kalian ketemu dengan orang yang kalian kenal, kalian harus melakukan Namaste. Cara penyampaiannya ialah dengan mengatupkan kedua telapak tangan dengan posisi tegak lurus di depan dada. Posisi mengatupkan kedua telapak tangan di depan dada ini dikenal dengan istilah Anjali Mudra. Dalam bahasa Sansekerta, Namas artinya bersujud sebagai tanda penghormatan. Jadi Namaste bisa diartikan sebagai, aku bersujud kepadamu. Bagi gadis-gadis India, Namaste bisa sebagai pengganti jabad tangan dengan pria asing. Tradisi India melarang seorang gadis berjabad tangan dengan pria asing.

Hongi, sapaan lhas Selandia Baru
Hongi adalah istilah sapaan khas suku Maori untuk menyambut tamunya. Gaya sapaan ini sekarang umum dilakukan oleh masyarakat Selandia Baru. Mereka melakukan Hongi dalam kehidupan sehari-hari sampai saat dilakukan upacara adat. Caranya ialah dengan menyentuhkan hidung pada lawan bicara lalu menekan hidung masing-masing secara berbarengan, setelah itu menghirup udara dari hidung secara bersamaan pula. Meraka percaya bahwa saat melakukan Hongi, dua orang saling bertukar ha atau nafas hidup. Ketika seseorang sudah melakuakan Hongi untuk pertama kalinya, maka status orang tersebut akan meningkat dari manuhiri (tamu) menjadi tangata whenua (telah menjadi warga). Jika seseorang sudah menjadi warga, dia wajib mengikuti segala kegiatan yang ada di daerah tersebut, seperti memanen kumara (sejenis ketela).

Dumela Mma, sapaan khas Botswana Afrika Selatan
Berkunjung ke Afrika Selatan, khususnya Botswana, jangan pernah lupa untuk mengucapkan salam kepada orang baru yang kalian temui. Kalau tisak melakukannya, kalian dianggap tidak sopan. Cara mengucapkannya pun unik, yaitu dengan cara mengulurkan tangan kanan sementara tangan kiri menyentuh lengan kanan kita. Mereka melakukannya dibarengi dengan ucapan dumela mma (untuk wanita) yang artinya halo madam. Dan ucapan dumela ma (untuk pria) yang artinya halo mister. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar